Blog or Vlog

Ya, ini memang sepertinya blog yang semoga saja  akan menjadi blog yang akan sering aku urus. Bukan berarti aku benar-benar baru membuat blog, sebelumnya aku sudah banyak membuat tulisan, entah itu artikel atau sekedar cerita fiksi di blogger atau wordpress yang lain, tumblr, walaupun di tumblr cuma bisa reblog-reblog dan posting hal-hal tidak jelas, serta asianfanfics sejak awal masuk SMA. Namun, entah kenapa mood menulis selalu naik-turun dan alhasil bertebaranlah halaman-halaman yang tidak terurus di halaman web. Tapi dengan mengumpulkan seluruh niat kembali, akhirnya muncullah kemauan untuk mengintegrasikan, halah, halaman-halaman web yang tidak terurus itu dan jadilah ini dan semua data-data yang tidak jelas sudah terhapus bersih.

Memang mungkin kelihatannya orang-orang sekarang lebih suka untuk membuat Vlog ketimbang Blog. Buktinya saja, aku yang tidak terlalu suka membuka YouTube setidaknya tahu beberapa dan pernah menonton vlog yang berisi tentang bagaimana seseorang menceritakan kegiatan yang ia lakukan. Bahkan tugas ospek sekarang pun di kampusku adalah membuat vlog. Namun, Blog?

Hmmm…

Blog sering dipakai saat aku masih menginjak bangku SMP hingga SMA beberapa tahun yang lalu. Ketika itu sebagian besar teman-temanku mulai memiliki blog bahkan di saat aku tidak mengetahui bahwa yang namanya blog itu ada. Aku mengenal blog pada pelajaran TIK saat SMP dan, sudah, hanya sekedar itu. Namun, ternyata saat SMA aku baru mengetahui bahwa sebagian besar teman-temanku sangat suka membuat blog dan saling mengikuti situs blog mereka.

Memang, melihat video lebih menyenangkan dibandingkan harus memaksa mata kita untuk menelusuri setiap baris kalimat yang padat hingga rasanya tulisan yang dibuat seperti tidak ada habisnya. Apalagi yang dilihat huruf lagi, huruf lagi. Berbeda dengan vlog yang menampilkan video yang lebih menarik untuk dilihat ditambah kita dapat melihat ekspresi si vlogger itu sendiri dan tidak perlu repot-repot membayangkan apa yang dimaksud oleh vlogger karena biasanya sudah tergambar dengan jelas di kamera. Tapi bukan berarti blog benar-benar kalah telak.

Pada akhirnya semuanya bergantung pada diri sendiri.

Ketika aku memutuskan untuk tetap melanjutkan menulis di situs web, aku sedikit ragu. Tidak banyak orang yang melihat blog akhir-akhir ini. Teman-temanku yang lain pun kebanyakan lebih senang melihat atau membuat vlog Tapi sebenarnya bukan berarti blog adalah pilihan yang buruk.

Vlog memang menjadi sebuah konsep baru dalam penyampaian ide. Jika biasanya seseorang bisa saja menceritakan seluruh kegiatan sehari-harinya, ide-ide liarnya, event yang ia ikuti lewat sebuah blog, kini semua orang tinggal menyalakan kamera dan cas cis cus di depan kamera. Tidak perlu lagi direpotkan dengan memikirkan kata apa yang harus ditulis hingga waktu yang harus diluangkan untuk membuat draft. Saat itu juga, ketika ia sedang melakukan kegiatan itu, ia bisa langsung dapat menceritakan ide-idenya. Mungkin bagi sebagian orang yang memang tidak menjadikan menulis sebagai gayanya dalam menyampaikan ide, blog adalah sesuatu yang sulit dan vlog adalah solusi yang tepat. Mereka dapat mengembangkan kreatifitas mereka sama hal nya dengan seorang blogger yang mengembangkan kreatifitas menulisnya di blog. Apalagi sekarang kamera di ponsel tiap orang juga sudah sangat mendukung kualitas gambar untuk membuat video. Tapi jika memang ingin menghasilkan vlog yang lebih menarik diperlukan adanya penguasaan editing video. Setidaknya yang paling sederhana bisalaah trim atau penambahan huruf atau animasi.

Jika kamu adalah seseorang yang suka mencurahkan pikiran dan ide lewat menulis, tidak ada salahnya untuk membuat sebuah blog. Masih banyak blog-blog yang berkembang dalam menyebarkan segala macam pemikiran orang-orang dengan topik yang bermacam-macam. Biasanya memang orang-orang yang sudah hobi membaca dan menulis akan bertahan untuk mengikuti setiap blog yang ia minati. Aplikasi menulis berbasis Android pun sudah dikeluarkan oleh pihak WordPress, misalnya, sehingga seseorang tidak perlu lagi menyalakan komputer atau laptopnya untuk menulis. Ada ide, langsung buka aplikasi di ponsel dan mengetik.

Karena memang tidak semua orang menemukan kenyamanannya dalam menulis dan tidak semua orang pula dapat meluncurkan kata-katanya dengan lancar di depan kamera yang menyala. Untuk masing-masing orang sudah disediakan wadahnya dan tinggal bagaimana masing-masing orang tersebut mengembangkan kreatifitasnya untuk menyampaikan ide.

Setiap ide yang tertuang dan bertujuan untuk kebaikan patut diapresiasi, bukan?

Advertisements

One thought on “Blog or Vlog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s