Introducing Progressive Web Apps

Internet sebenarnya muncul dari komputer. Jika ingin terhubung ke Internet, harus menggunakan komputer. Tapi perkembangan teknologi sekarang telah membawa Internet ke dalam handphone yang kita genggam masing-masing. Maka, kebanyakan orang mengenal Internet berawal dari komputer. Namun, masyarakat Indonesia mengenal Internet lewat handphone terlebih dahulu. Mungkin karena perkembangan teknologi di Indonesia yang lambat dan tidak tersentuh oleh sebagian besar lapisan masyarakat. Di saat negara seberang telah sibuk mengotak-atik komputer, sebagian besar masyarakat Indonesia belum menyentuh komputer dan ketika perkembangan telepon genggam yang relatif lebih mudah didapat dibanding komputer muncul dan tersebar dengan cepat, di saat itu pulalah sebagian masyarakat yang belum menyentuh komputer itu lebih dulu mengenal handphone dan Internet lewat handphonenya. Yah, itu hanya hipotesis pribadi yang tidak didukung data sebenarnya.

Oke, lanjut.

Jumlah handphone yang tersebar relatif banyak dan menjadikan pasar aplikasi berbasis mobile, terutama di Indonesia, sangat bagus. Hasilnya adalah web yang dilupakan dan aplikasi mobile yang terus bermunculan. Bahkan, bisa dibilang web itu sudah mati. Nah, Google mengeluarkan ide yang dapat mengatasi masalah yang dialami oleh web ini. Bisa dibilang ini dapat menjadikan web kembali meraih eksistensinya dan sanggup bersaing dengan native mobile apps yang sekarang lebih banyak dipakai. 

Introducing Progressive Web Apps!

Sebenarnya Progressive Web Apps atau PWA ini sama saja seperti aplikasi-aplikasi lain, namun dia benar-benar full berbasis web atau bisa dibilang web rasa aplikasi mobile. Apa kelebihannya dan perbedaannya dengan web biasa?

Ketika menjalankan web yang merupakan PWA dengan mengetik blablabla.com, misalnya, dan masuk ke sana akan muncul pesan Add to Home Screen yang akan membuatkan shortcut aplikasi di home screen handphone. Dengan menambahkan shortcut ke home screen, jika disamakan dengan aplikasi mobile, sama saja seperti kita sedang mengunduh aplikasi di PlayStore.

Perbedaannya jelas, ketika kita mengunduh aplikasi di PlayStore, kita harus menyiapkan ruang memori yang memadai serta kuota internet yang cukup, namun dengan PWA ini, menginstall aplikasi semudah menambahkan shortcut di home screen.

Nah, dengan menekan shortcut yang telah ditambahkan di home screen, aplikasi sudah dapat dijalankan dengan cepat walaupun koneksi kita lemah bahkan dapat dijalankan secara offline dan full screen tanpa ada address bar lagi serta dengan animasi yang smooth seperti saat kita menjalankan aplikasi mobile. App-like banget lah. PWA ini juga didukung oleh fitur push notification yang biasanya muncul di layar handphone sebagai notifikasi untuk user engagement. PWA juga responsive di semua level teknologi.

PWA ini juga selalu update dan fresh secara otomatis seperti ketika kita sedang mengakses web di komputer. Berbeda dengan native mobile apps yang jika ada pembaruan harus di update lagi dan download lagi. Karena dia web yang berjalan di protokol https, otomatis PWA aman dari snooping dan mencegah konten dirusak oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. PWA juga linkable dan mudah untuk di share. Tentu saja karena dia adalah web yang pastinya dapat di share hanya dengan share linknya saja.

Kenapa Progressive Web Apps dapat Dijalankan secara Offline?

Seperti disebutkan tadi di atas, PWA berbeda dengan web biasa yang jika offline kita hanya bisa bermain dinochrome tanpa dapat mengakses web yang dituju. Hal ini karena PWA didukung oleh Service Workers dan Application Shell Architecture.

Service Workers ini adalah dasar yang membangun Application Shell Architecture. Ketika sebuah situs PWA dibuka di kali pertamanya, Service Workers akan melakukan cache background functionalitynya terlebih dahulu. Setelah itu, baru dilakukan content updating sehingga sebuah situs PWA dapat berjalan dengan kecepatan yang tinggi di jaringan yang lemah bahkan dapat dijalankan secara offline.

Pengandaiannya itu seperti saat kita melihat lukisan-lukisan di dinding Hogwarts dalam film Harry Potter. Yang di cache adalah frame dan background dari lukisan-lukisan itu, namun objek yang berada di lukisan itu dapat bergerak-gerak.

Progressive Web Apps kini sudah didukung oleh beberapa browser seperti Chrome, Opera, dan Mozilla Firefox, dan untuk kedepannya semua browser akan dapat menggunakan PWA.

Lebih jelas tentang Progressive Web Apps dan teknologi dibaliknya dapat dibaca kembali di link yang dipakai sebagai referensi penulisan.

Referensi :

Application Shell Architecture By arc.applause.com

Progressive Web Apps By tyrex.xyz

Progressive Web Apps By chromplex.com

Advertisements

One thought on “Introducing Progressive Web Apps

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s