Runner

Bagaimana tidak hebat?
Sejenius apapun seorang pelari tidak akan bisa sampai ke garis finish bila pelari itu berlari dengan mata tertutup. Tapi, kenapa dirinya berlari dengan mata tertutup? Oh, apa mungkin ia hapal trek yang bernama kehidupan ini sampai ke sudutnya, sampai ke masa depannya?
Kurasa tidak.
Ia pun tidak mengerti mengapa ia mengangkat penutup mata itu. Meninggalkan apa yang sebenarnya ingin ia lihat, ingin ia geluti, itu tidak mudah dan terlampau sulit.
Lalu ia melihat banyak orang berlari ke jalan yang mereka ingin. Trek mereka adalah masing-masing milik mereka dan mereka bebas memilih jalur. Dan ia hanya bisa berlari di sini dengan mata tertutup, tak tahu dimana garis finish miliknya.
Dan asal tahu saja, terkadang berlari bisa sangat melelahkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s