HelloWorld.

ozglxop

Since she is an IT student, she may be write HelloWorld more often than people who study in other major. But, it doesn’t rule out the possibility that other people say or write HelloWorld more often than IT students. Some people could very love to says HelloWorld.

What she want to say is, whenever she learned a new programming language, the first program that she created is a program that prints HelloWorld. Every books that she read and all lecturers that she met who taught the programming language surely start with HelloWorld. This may be done to show the existence of a new program that created and ready to face the world.

Just like H E R who just born and ready to see this broad virtual world. H E R welcoming this virtual world with a superb enthusiasm.

HelloWorld.

Advertisements

Ketika Beranjak Tua

Sebagian besar orang pasti pernah mendengar, setidaknya sekali, kata-kata ini entah dari siapapun :

Ketika kamu beranjak tua, sama saja kamu kembali lagi menjadi bayi kecil.

Mungkin banyak orang yang memiliki ikatan yang kuat terhadap nenek atau kakeknya hingga dewasa. Mungkin menginap di rumah nenek atau kakeknya berhari-hari sudah tidak aneh lagi. Mungkin mengobrol dan berbincang masalah trivial adalah kegiatan sehari-hari yang sangat biasa.

Continue reading “Ketika Beranjak Tua”

Karena Aku Ingin Berubah

Sebelumnya aku ingin mengucapkan terimakasih kepada temanku yang telah meluangkan waktunya yang berharga untuk membaca tulisan-tulisan tidak jelasku disini dan memberikan kritik dan sarannya. Orang itu berkata bahwa tulisanku ini belum rapi dan belum terstruktur, jadi semoga aku bisa menulis dengan lebih benar sekarang. Lalu orang itu juga bilang, kasih saran juga lah buat orang yang mau berusaha buat ga nyontek. Yah, sebenarnya tulisan sebelumnya memang tidak ditujukan untuk memberikan tips-tips, hanya bercerita tentang susah-senang begitu-begitu saja, karena itulah judulnya balada, padahal balada bukan seperti itu.

Tapi, memberikan saran sama sekali bukan ide yang buruk bukan?

Oleh karena itu lahirlah tulisan ini… .

Continue reading “Karena Aku Ingin Berubah”

Orang Bilang Itu Passion

Sejujurnya aku mengalami kesulitan menentukan judul yang tepat untuk tulisan yang ini. Tapi kalau dipikir-pikir memang hal ini ada kaitannya dengan Passion. Apa itu Passion? Mengapa Passion menjadi hal yang penting? Benarkah kita membutuhkan Passion dalam hidup?

Sebelum memulai, harus kuingatkan, apa yang tertulis di bawah sini hanyalah sekelebat pemikiran yang tanpa sengaja ada di kepalaku ketika aku sedang termenung memikirkan hidup, ini serius.

Continue reading “Orang Bilang Itu Passion”

Balada Tidak Mencontek

Hampir setiap orang memandang ujian di sekolah sebagai hal yang menakutkan. Padahal sejatinya manusia memang selalu dihadapkan dengan berbagai ujian, ujian kehidupan tepatnya. Tidak mungkin tidak ada manusia yang tidak menjalani ujian kecuali ia telah mati. Namun, ujian di sekolah ini agaknya memang menjadi sebuah ujian yang lebih besar daripada ujian-ujian yang lain dan bisa jadi juga dapat menjadi ujian yang benar-benar tak menghasilkan makna apapun di kehidupan sebagian orang.

Continue reading “Balada Tidak Mencontek”

Bali dan Pikiran Random di Kepala

Ketika aku menulis post ini bis yang membawa aku dan rombongan angkatan jurusan pada studi ekskursi jurusan tengah membawa kami meninggalkan Pulau Dewata menuju Jogjakarta. Mbok Putu selaku tour guide bis 2, bis yang mengangkut aku dan teman-teman, baru saja mengucapkan selamat tinggal pada kami. Yap, perjalanan di Bali selama 3 hari 2 malam alhamdulillah telah selesai dengan berbagai keadaan yang terjadi di dalamnya.

Apa yang aku pikirkan tentang Bali?

Continue reading “Bali dan Pikiran Random di Kepala”

Life = Game

Mungkin aku adalah satu dari sekian banyak orang yang dianugrahi masa kecil yang, secara pribadi, menurutku membahagiakan. Atau memang memoriku di masa aku sangat antusias berbicara sendiri dengan boneka hanya mengingat dan merasakan hal-hal baik. Meskipun, ya, dicubit itu menyakitkan dan dimarahi ketika tidak mau makan itu menyebalkan. Tapi, hanya sekedar itu.

Bahkan ketika masa tersulit dilewati, masa ketika banyak pegawai di pecat, ketika banyak darah di jalanan, ketika ekonomi merosot dan banyak orang dewasa stress dibuatnya, yang aku pikirkan hanyalah rasa kue yang ingin kumakan, permainan meniup gelembung yang kunantikan, atau istana pasir seperti apa yang ingin kubuat. Mau bagaimana lagi, aku masih anak-anak yang hanya memikirkan baju apa yang pantas dipakai di boneka kesayangan. Stress tidak ada dalam kamusku yang masih tipis saat itu. Belum.

Dan hal-hal seperti itu mungkin banyak menimbulkan harapan-harapan bagi orang-orang yang telah beranjak dewasa agar mereka kembali ke masa-masa kecil mereka. Mungkin aku diantaranya.

Namun, benarkah aku mengharapkan aku kembali menjadi Hanifah kecil yang sangat senang bahkan hanya saat aku diberikan permen?

Walaupun memang, ketika aku semakin dewasa konflik yang dialami menjadi lebih pelik dan tanggung jawab semakin banyak.

Tapi, ayolah…
Bahkan di dalam sebuah Game pun semua Players berlomba-lomba ingin Level Up!